Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer
dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan
tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.
Pencemaran udara di dalam ruangan dapat mempengaruhi kesehatan manusia sama buruknya dengan pencemaran udara di ruang terbuka. Bukan hanya itu saja, pencemaran udara juga bisa membahayakan seluruh
ekositem yang ada di bumi seprti komponen biotik, kenyamanan tempat
tinggal, serta bisa juga merusak keindahan lingkungan.
Pencemaran udara tidak timbul dengan sendirinya, terdapat beberapa
macam akibat yang bisa menjadi faktor terjadinya pencemaran udara.
Pencemaran udara bisa bersifat alami atau juga bisa disebabkan oleh
manusia.
Secara umum, terdapat 2 sumber pencemaran udara,
yaitu pencemaran akibat sumber alamiah, seperti letusan gunung berapi,
dan yang berasal dari kegiatan manusia, seperti yang berasal dari
transportasi, emisi pabrik, dan lain-lain. Di dunia, dikenal 6 jenis zat
pencemar udara utama yang berasal dari kegiatan manusia, yaitu Karbon
monoksida (CO), oksida sulfur (SOx), oksida nitrogen (NOx), partikulat,
hidrokarbon (HC), dan oksida fotokimia, termask ozon. Di Indonesia,
kurang lebih 70% pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan
bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat
menimbulkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan manusia maupun
terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam (Pb), oksida nitrogen
(NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia
(Ox). Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal, 13-44% suspended
particulate matter (SPM), 71-89% hidrokarbon, 34-73% NOx, dan hampir
seluruh karbon monoksida (CO) ke udara Jakarta. Sumber utama debu
berasal dari pembakaran sampah rumah tangga, di mana mencakup 41% dari
sumber debu.
Zat pencemar
1. Karbon Monoksida
Asap kendaraan merupakan sumber utama bagi karbon monoksida di
berbagai perkotaan. Data mengungkapkan bahwa 60% pencemaran udara di
Jakarta disebabkan karena benda bergerak atau transportasi umum yang
berbahan bakar solar terutama berasal dari Metromini. Formasi CO
merupakan fungsi dari rasio kebutuhan udara dan bahan bakar dalam
proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin diesel. Percampuran yang
baik antara udara dan bahan bakar terutama yang terjadi pada
mesin-mesin yang menggunakan Turbocharge merupakan salah satu strategi
untuk meminimalkan emisi CO. Karbon monoksida yang meningkat di
berbagai perkotaan dapat mengakibatkan turunnya berat janin dan
meningkatkan jumlah kematian bayi serta kerusakan otak. Karena itu
strategi penurunan kadar karbon monoksida akan tergantung pada
pengendalian emisi seperti pengggunaan bahan katalis yang mengubah
bahan karbon monoksida menjadi karbon dioksida dan penggunaan bahan
bakar terbarukan yang rendah polusi bagi kendaraan bermotor.
2.Nitrogen Dioksida (NO2)
NO2 bersifat racun terutama terhadap paru. Kadar NO2 yang lebih
tinggi dari 100 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang percobaan
dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru
(edema pulmonari). Kadar NO2 sebesar 800 ppm akan mengakibatkan 100%
kematian pada binatang-binatang yang diuji dalam waktu 29 menit atau
kurang. Percobaan dengan pemakaian NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10
menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan dalam bernafas.
3.Sulfur Oksida (SOx)
Pencemaran oleh sulfur oksida terutama disebabkan oleh dua komponen
sulfur bentuk gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida (SO2) dan
Sulfur trioksida (SO3), yang keduanya disebut sulfur oksida (SOx).
Pengaruh utama polutan SOx terhadap manusia adalah iritasi sistem
pernafasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan
terjadi pada kadar SO2 sebesar 5 ppm atau lebih, bahkan pada beberapa
individu yang sensitif iritasi terjadi pada kadar 1-2 ppm. SO2 dianggap
pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan
penderita yang mengalami penyakit khronis pada sistem pernafasan
kadiovaskular.
4.Ozon (O3)
Ozon merupakan salah satu zat pengoksidasi yang sangat kuat setelah
fluor, oksigen dan oksigen fluorida (OF2). Meskipun di alam terdapat
dalam jumlah kecil tetapi lapisan ozon sangat berguna untuk melindungi
bumi dari radiasi ultraviolet (UV-B). Ozon terbentuk di udara pada
ketinggian 30km dimana radiasi UV matahari dengan panjang gelombang 242
nm secara perlahan memecah molekul oksigen (O2) menjadi atom oksigen,
tergantung dari jumlah molekul O2 atom-atom oksigen secara cepat
membentuk ozon. Ozon menyerap radiasi sinar matahari dengan kuat di
daerah 5.Hidrokarbon (HC)
Hidrokarbon di udara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan
membentuk ikatan baru yang disebut plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH)
yang banyak dijumpai di daerah industri dan padat lalu lintas. Bila PAH
ini masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang
terbentuknya sel-sel kanker.
6.Khlorin (Cl2)
Gas Khlorin ( Cl2) adalah gas berwarna hijau dengan bau sangat
menyengat. Berat jenis gas khlorin 2,47 kali berat udara dan 20 kali
berat gas hidrogen khlorida yang toksik. Gas khlorin sangat terkenal
sebagai gas beracun yang digunakan pada perang dunia ke-1.Selain bau
yang menyengat gas khlorin dapat menyebabkan iritasi pada mata saluran
pernafasan. Apabila gas khlorin masuk dalam jaringan paru-paru dan
bereaksi dengan ion hidrogen akan dapat membentuk asam khlorida yang
bersifat sangat korosif dan menyebabkan iritasi dan peradangan. Gas
khlorin juga dapat mengalami proses oksidasi dan membebaskan oksigen
seperti pada proses yang terjadi di bawah ini.
7.Partikulat Debu (TSP)
Pada umumnya ukuran partikulat debu sekitar 5 mikron merupakan
partikulat udara yang dapat langsung masuk ke dalam paru-paru dan
mengendap di alveoli. Keadaan ini bukan berarti bahwa ukuran partikulat
yang lebih besar dari 5 mikron tidak berbahaya, karena partikulat yang
lebih besar dapat mengganggu saluran pernafasan bagian atas dan
menyebabkan iritasi.
8. Timah
Logam berwarna kelabu keperakan yang amat beracun dalam setiap
bentuknya ini merupakan ancaman yang amat berbahaya bagi anak di bawah
usia 6 tahun, yang biasanya mereka telan dalam bentuk serpihan cat pada
dinding rumah. Logam berat ini merusak kecerdasan, menghambat
pertumbuhan, mengurangi kemampuan untuk mendengar dan memahami bahasa,
dan menghilangkan konsentrasi. Zat-zat ini mulai dari asbes dan logam
berat (seperti kadmium, arsenik, mangan, nikel dan zink).
panjang gelombang 240-320 nm.
Cara mengurangi pencemaran udara
1. Gunakan bahan bakar yang ramah lingkungan untuk kendaraan kita
2. Kurangi mengkonsumsi kendaraan
3. Kalau untuk perjalanan yang relatif dekat, gunakan lah sepeda
4. Lakukanlah gerakan penanaman pohon untuk memperbanyak produksi oksigen
5.
Mengolah asap pabrik, seperti yang dilakukan oleh PT SEMEN PADANG
mengubah asap pabrik menjadi listrik yang disebut Pembangkit Listrik
Tenaga Asap
Sumber: https://pollutiononmyearth.weebly.com/pencemaran-udara.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_udara

Bagus sekali, sangat bermanfaat��
BalasHapusNicely done girl...
BalasHapusWow sangat bermanfaat bagi saya dan dia
BalasHapusbermanfaat��
BalasHapusArtikel yang bermanfaat, pas banget lagi nyari artikel tentang pencemaran karena akhir-akhir ini di kota saya banyak sekali pencemaran udara. Thanks
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTapi gamtek aman?
BalasHapusIzin share bu
BalasHapusMateri jelas. Solusi yang dipaparkan bagus. Bisa menambah wawasan. Terima kasih😊
BalasHapusartikel yang diberikan sudah sangat jelas. terimakasih banyak
BalasHapusPencemaran udara ini memang banyak sekali,semoga dengan tulisan ini bisa menyadarkan perilaku yg merusak itu,btw keep a good work!
BalasHapusMateri yang diberikan sudah cukup jelas dan lengkap,bisa membantu mengurangi pencemaran
BalasHapusPostnya sangat bermanfaat sehingga kita bisa tahu cara menanggulangi pencemaran udara
BalasHapusPembahasan yang jelas dan mencakup luas dari segala aspek
BalasHapuspembahasan yang diberikan jelas dan mudah di mengerti bagi pembaca
BalasHapussangat inovatif dalam solusi pengolahan limbah asap pabrik.
BalasHapusTerimakasih blognya sangat membantu, semenjak adek saya belajar dari sini dia jadi mendapat nila 100 di kelasnya dalam pelajaran Biologi Lingkungan…Apalgi sangat bermanfaat bagi kita dalam mencegah&menanggulangi pencemaran tsb…
BalasHapusMateri artikel yang disampaikan sangat membantu saya dalam memahami materi pencemaran lingkungan ini, dari segi Bahasa maupun tema yang disampaikan cukup ringan. Lebih disarankan lagi, kalau ada gambar / foto dari materi tersebut. Terima kasih atas info nya^^
BalasHapusMateri yang di artikel ini dapat menambah wawasan saya khususnya di pencemaran udara terima kasih
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMateri sangat menarik dan bagus juga sederhana sehingga mudah di pahami dan menambah wawasan saya
BalasHapusTerimakasih ya sudah memposting ini, sangat bermanfaat bagi manusia manusia yang tidak sadar lingkungan. teman saya juga jadi ga ngeroko lagi gara gara ini
BalasHapussangat menarik dan juga informasinya lengap. Disertai dengan bahasa yang mudah dimengerti membuat pembaca jd tidak bosan
BalasHapusMaterinya menarik dan mudah dipahami, mungkin gambar nya bisa diperbanyak ya:)
BalasHapuspost nya sangat bermanfaat, mudah dipahami dan menambah pemahaman kita akan masalah tersebut. mungkin bisa diperbanyak contoh gambar agar lebih menarik.
BalasHapussangat bermanfaat dan mudah dipahami, namun akan lebih menarik jika ditambahkan gambar-gambar untuk memperjelas informasi yang disampaikan tentang pencemaran udara.
BalasHapusMateri yang disampaikan bisa lebih rinci, sertakan gambar dan fokuskan pada pembahasan solusi teknologi yang bisa dikembangkan
BalasHapus